Selasa, 21 Januari 2020

CARA MEMELIHARA AYAM CEMANI DARI KECIL HINGGA BESAR BAGI PEMULA



Ayam Cemani Jantan Dewasa
Cara Memelihara Ayam Cemani dari Anakan hingga Indukan – Ayam Cemani termasuk salah satu ayam hias asli Indonesia yang mempunyai ciri khas yang tidak dimiliki ayam hias lainnya. Konon, ayam cemani pada awalnya hanya ada di Indonesia. Sekarang ini ayam cemani telah ada di berbagai negara yang mempunyai ketertarikan pada ayam yang mempunyai warna serba hitam ini.
Tak sedikit para peneliti dari perguruan tinggi yang meneliti tentang ayam cemani ini. Namun hasil penelitian selengkapnya tentang Ayam Cemani ini belum resmi dirilis hingga sekarang yang bisa menjawab rasa penasaran masyarakat pada Ayam Cemani ini. Hingga kini banyak masyarakat yang bertanya tentang penyebab warna hitam pada keseluruhan bagian ayam, pengaruh makanan terhadap warna ayam dan pembuktian bahwa darah Ayam Cemani benar-benar hitam dan bukan hasil rekayasa semata.
Terlepas dari berbagai teori atau misteri yang melingkupi ayam cemani, saat kita akan beternak Ayam Cemani kita tidak perlu secara detail tentang Ayam Cemani. Yang kita butuhkan adalah pengetahuan tentang tata cara memelihara Ayam Cemani dari anakan hingga indukan sehingga bisa meminamalisir terjadinya kematian pada ayam.
Ayam Cemani Dewasa
Ayam Cemani Dewasa

Pemeliharaan Saat Anakan Ayam Baru Menetas

Saat anakan ayam berumur 4 hari, lakukan vaksinasi tetelo atau ND (Newcastle disease ) yang diulang pada umur 4 minggu dan 4 bulan. Selain itu dapat divaksin dengan vaksin cacar. Untuk konsumsi harian anakan ayam cemani dapat ditingkatkan sesuai dengan umur ayam.
Makanan untuk anakan ayam berupa konsentrat berupa voer atau BR murni yang belum diberi campuran apapun. Untuk 4 minggu pertama konsumsi harian sekitar 400 gram/ ekor. Pada 4 minggu berikutnya, pemberian dilipatgandakan hingga menjadi 838 gram/ ekor hingga umur 8 minggu.

Pemeliharaan Masa Remaja dan Dewasa

Selepas anakan berumur sekitar 3 minggu anakan ayam dapat dipindahkan ke kandang yang lebih besar. Kandang tersebut diusahakan ke timur agak sinar matahari dapat leluasa masuk ke dalam kandang ayam sehingga kandang selalu kering. Kandang yang lembab akan memudahkan ayam terjangkit penyakit. Besarnya kandang disesuaikan dengan jumlah ayam dan umur ayam. Semakin besar ayam maka dibutuhkan kandang yang lebih besar.
 Pada saat itu anakan cemani dapat diberikan makanan tambahan seperti bekatul, dedak dan nasi yang belum basi. Tambahan pakan tersebut dimaksudkan untuk mengurangi pengeluaran pakan ternak. Makanan tersebut dapat dicampurkan menjadi satu. Pada saat ayam cemani memasuki masa bertelur, perlu penambahan berbagai vitamin, jadi makanan bisa ditambahkan dengan makanan ayam petelur. Hal itu untuk menunjang produktivitas dan kualitas telur yang dihasilkan.
Ayam Cemani Dewasa Jantan
Ayam Cemani Dewasa Jantan

Kandang untuk Cemani Dewasa

Ayam Cemani yang telah dewasa dapat diletakkan dalam kandang yang berukuran lebih kecil di bandingkan dengan kandang umbaran. Kandang tersebut berukuran lebih kecil dan hanya memuat sekitar 5-6 ekor saja dengan komposisi 1 jantan dengan 4-5 betina.
Kondisi Kandang Ayam Cemani
Kondisi Kandang Ayam Cemani
Bisa juga kita menggunakan kandang yang hanya bisa diisi 2 ekor per kandang agar setelah pejantan membuahi betina maka betina dapat diganti dengan yang lain. Begitu seterusnya sehingga semua betina telah dibuahi pejantan.

Makanan Ayam Cemani

Pakan merupakan sumber energi bagi hewan, terutama ayam cemani. Pakan yang baik adalah pakan yang mengandung gizi seperti lemak, protein, kerbohidrat, mineral dan vitamin. Dalam pemberian pakan pada ayam cemani tidaklah berbeda dengan pakan ayam pada umumnya. Tetapi pada ayam cemani terdapat pakan tambahan yang dicampur dengan dedak berguna untuk mendapatkan tambahan vitamin dan mineral berupa sayuran seperti daun pepaya, kangkung, singkong dan kecambah. Tambahan pakan lainnya berupa pakan ayam butiran dan pakan ayam tepung.
Pakan ayam butiran adalah makanan yang berbentuk butiran berupa jagung, ketan hitam, gabah, beras merah, kacang hijau, dan kacang kedelai. Pemberian pakan berupa biji – bijian ini dapat diberikan setiap dua kali sehari pada waktu pagi dan sore.
Pakan ayam tepung adalah campuran dari bahan yang telah digiling, tujuan dari pengilingan bahan ini agar makanan mudah dicerna oleh ayam cemani. Bahan – bahan yang biasanya dicampur adalah tepung jagung, tepung ikan, tepung kacang hiaju, tepung kacang kedelai dan tepung daging. Pemberian pakan berupa tepung ini biasayan peternak mencampurkan potongan sayuran yang diiris lembut seperti diatas agar produktifitas pada ayam cemani menjadi lebih unggul.

CARA MEMELIHARA AYAM ADUAN DARI KECIL DENGAN BIAYA MURAH DAN CARA YANG TERBILANG MUDAH


Ada banyak sekali jenis ayam yang sering di budidayakan dan di pelihara olrh banyak orang. Mulai dari cara memelihara ayam petelur hingga ayam aduan. Ayam aduan ini adalah sejenis ayam petarung nan tangguh jika di bandingkan dengan ayam yang lainnya.
Jenis ayam tarungan ini memang sengaja di rawat dan di latih untuk di adu. Ayam aduan memang tidak terlalu sulit pemeliharaannya, namun setidaknya anda harus terlebih dahulu memiliki dasar-dasar dalam cara merawat ayam aduan sedari dini.
Ayam aduan yang masih muda adalah ayam yang menetas hingga berusia 10 bulan. Tentunya anda memerlukan panduan pemeliharaan agar ayam aduan yang masih muda tersebut bisa tumbuh dan berkembang menjadi ayam aduan yang nantinya bisa mengalahkan berbagai pesaingnya.
Biasanya ada beberapa kesalahan yang sering di lakukan para pemilik ayam aduan saat mereka masih berussia muda. Ayam-ayam aduan dewasa akan bisa melakukan perkembangan yang signifikan jika anda melakukan pelatihan yang baik dan benar sedari awal. Ayam aduan yang tidak tumbuh dengan optimal memang salah satu dampak dari kesalahan perawatan. Bahkan ayam akan menjadi rusak, sakit dan tidak bisa di adu jika anda tidak merawat dan meatihnya dengan benar. Kesempatan untuk menjadi sang juara sangat terbuka lebar jika anda bisa melakukan perawatan dengan benar.
1. Perawatan Awal
Induk ayam biasanya hanya membutuhkan 21 hari untuk mengerami telur mereka sebelum anak ayam lahir dan menetas. Ketika menetas maka anak ayam tersebut sidah terbilang berumur 1 hari. Ketika mengnjak usia ini, sebaiknya anda meletakkan anak ayam aduan tersebut di dalam wadah berupa kotak yang di lengkapi dengan lampu penghangat.
2. Perawatan Usia 3 Bulan
Ketika mereka mulai tumbuh dan berkembang dan kotak tersebut mulai sempit maka anda di haruskan memindahkannya ke wadah yang lebih besar lagi. Untuk pakan, anda bisa memberikan pakan poor atau kosentrat yang masih berukuran kecil. Usahakan anda selalu menjaga kebersihan kandang, karena anak ayam akan mudah terkena serangan penyakit yang bersarang di kandang yang kotor tersebut. Gunakan juga beberapa jenis vitamin dan berbagai obat pertumbuhan agar anak ayam bisa tumbuh sehat dan berkembang. Lakukan juga pemberian rutin makan dan minuman anak ayam aduan tersebut.
3. Perawatan Diusia 3 Bulan
Anda sudah bisa memberikan pakan berupa konsentrrat biasa yang berukuran lebih besar untuk pakan ayam aduan yang telah menginjak usia 3 bulan. Bahkan anda juga bisa memberikan pakan campuran  beras, dedak dan jagung. Biasanya ayam aduan yang telah berusia 3 bulan ini akan mulai berusaha bertarung untuk mencari daerah kekuasaan dan berusaha menjadi pemimpin.
4. Perawatan Usia 6 Bulan
Sebaiknya para ayam ayam petarung yang sudah berusaha bertarung anda pindahkan ke kandang pribadi atau di pisahkan. Anda bisa melakukan pengumbaran ketika ayam tersebut telah menginjak usia 3 hingga 6 bulan agar otot-ototnya tidak kaku dan sehat. Agr pertumbuhan tulangnya bisa optimal, maka anda bisa membiarkan ayam tersebut melakukan mandi tanah atau kipu.
5. Perawatan Diatas 6 Bulan
Ketika ayam aduan telah memasuki usia diatas 6 bulan, maka anda sudah bisa memberikan macm-macam makanan kombinasi agar kebutuhan vitamin dan gizi tetap tercukupi. Kebutuhan ini demi membentuk tubuh ideal bagi ayam aduan tersebut
6. Perawatan Hingga 10 Bulan
Ini merupakan masa dimana ayam aduan akan membuat dan membentuk tubuh ideal dan akan membentuk kekuatan otor maupun tulang yang optimal. Ini juga masa di mana ayam audan tersebut mulai nyulam atau adanya proses pertumbuhan bulu.
7. Cara Memandikan
Untuk mengeraskan serta berpengaruh dalam pembentukan otot-otot ayam maka anda harus melakukan pemandian.  Sebaiknya anda memandikan ayam pada saat suhu normal, tidak sedang hujan dan dalam keadaan pagi atau saat jam 8.
Namun jika sedang mengalami hujan maka sebaiknya anda memandikan ayam ketika jam 4 atau pada saat sore hari. Mandikan ayam aduan tersebut dengan gabus atau spon yang nantinya menggunakan air mandi yang bersih. Biarkan ayam mengeringkan bulunya sekitar 30 menit sebelum anda melanjutkan ke langkah penjemuran. Proses ini juga bisa menjadi salah satu cara menjinakan ayam galak.
8. Lakukan Penjemuran
Agar lemak di tubuh ayam tidak menumpuk dan memilihkan staminanya, maka anda memerlukan proses penjemuran ini. biasanya proses penjemuran sangat di anjurkan ketika memasuki siang yaitu diantara jam 9 hingga jam 10, beberapa saat setelah anda memandikan ayam tersebut. Biasakan melakukan penjemuran pada ayam aduan muda dan anda bisa menghentikannya jika ayam terlihat lelah atau sakit.
9. Pelatihan Fisik
Ketika anda ingin melatih pernafasan sekaligus latihan otot, maka anda di anjurkan untuk melakukan latihan fisik terhadap ayam tersebut. Anda bisa melakukan latihan fisik sesuai dengan keperluan ayam aduan tersebut seperti latihan renang, kliter dan lompatan.
10. Sparing atau Abar
Untuk membentuk mental petarung agar bisa menjadi sang juara yang menjadi ayam bangkok yang berkualitas, maka anda harus melakukan latihan tarung atau abar. Lakukan dengan durasi yang singkat bagi latihan awal ayam aduan anda. Biasnya latihan awal hanya akan memakan waktu 5 hingga 10 menit lamanya. Kemudian ayam tersebut kembali di perbolehkan untuk beristirahat dan melakukan aktifitas seperti biasa seperti latihan fisik, mandi da berjemur selama 2 minggu lamanya.
Setelah melewati masa istrahat maka anda bisa melakukan abar lagi dengan durasi yang sedikit lebih lama, 15 menit misalnya. Lakukan latihan ini secara berkala. Namun perlu anda perhatikan bahwa jangan terlalu memaksakan kekuatan ayam tersebut. Dimana dia bisa saja terluka dan semakin takut jika lawan yang di lawnnya tidak seimbang.
11. Pemisahan Ayam Aduan
Anda harus melakukan pemisahan ayam aduan yaitu meletakan mereka pada berbagai kandang berbeda dan terpisah. Ini adalah pencegahan terhadap terjadinya luka maupun cidera pada saat ayam ayam tersebut berusaha bertarung melawan ayam lainnya. Karena ayam aduan akan selalu memiliki kencendrungan untuk bertarung dan yang lemah akan selalu di tindak yang lebih kuat.
12. Penggunaan Kandang Isolasi
Ini merupakan kandang yang terisolir tertupu dan benar-benar bebas dari berbagai gangguan dari luar. Ini merupakan kandang yang akan di pakai jika ada salah satu ayam aduan muda yang mentalnya kian parah dan rusak hingga tak lagi bisa bertarung atau bahkan hanya sekedar bergaul dengn ayam betina. Maka biarkan ayam tersebut beberapa hari menetap pada kandang ini untuk memulihkan diri dan kembali mendapatkan mental bertarungnya. Dalam hitungan hari biasanya ayam ini akan kembali berkokok gagah dan siap di adukan lagi.
13. Pemberian Jamu Andalan
Anda bisa membangkitkan lagi gairah petarung yang seharusnya di miliki oleh ayam petarung dengan berbagai ramuan jamu herbal alami khusus ayam agar nantinya mereka bisa kembali bertarung. Ramuan jamu khusus ayam petarung ini adalah jamu yang terbuat dari berbagai bahan herbal alami seperti gula merah, kunyit dan madu. Selain pemberian jamu, anda juga bisa menggunakan nutrisi lain seperti vitamin buatan. Hal ini akan efektif dalam mengembalikan semua hal yang kian menurun dari sang ayam petarung.
14. Berikan Pakan Alami Pada Ayam Petarung
Agar ayam petarung menjadi lebih agresif, maka sangat disarankan untuk menambahkan pakan alami berupa pakan hidup didalam menu makanan ayam petarung. Anda bisa memberikan pakan berupa jangkrik, kroto hidup atau bahkan anak tikus. Mental ayam akan kian membaik dan terasah jika anda membiarkan mereka mencari dan mengejar mangsanya tersebut.
15. Melakukan Latihan Lari
Lakukan latihan fisik lari ini selama kurang lebih 30 menit. Ini merupakan salah satu latihan potensial dalam melatih pernafasan dan energi ayam petarung. Ada banyak cara yang di lakukan dalam latihan lari. Salah satunya dalah dengan menggunakan alat berupa kurungan roda putar. Namun tidak jarang banyak yang menggunakan teknik biasa yang manual. Ayam petarung yang akan melakukan latihan lari nantinya harus di kurung sedemikian mungkin dan berlari mengellingi kurungan yang anda siapkan tersebut.
Agar lebih efektif maka anda bisa melakukan pengurungan terhadap ayam lain di dalam kandang yang lebih kecil hingga ayam aduan akan terpacu dan mengejar ayam di dalam kandang kecil yang terpisah tersebut. Namun sebelum ayam tersebut mengalami kelelahan dan stress maka anda harus segera mengambil ayam yang berada di kurungan yang lebih kecil.
Demikian penjelasan terkait apa saja cara merawat ayam aduan muda yang mudah bagi pemula agar ayam tersebut jinak dan mudah dilatih.

Senin, 20 Januari 2020

TERNYATA, BEGINILAH CARA MEMELIHARA AYAM BANGKOK DENGAN BENAR !!!

Bagi para pecinta ayam aduan, tentunya nama ayam bangkok sudah sangat populer di hampir segala daerah di tanah air. Sesuai dengan julukan dan namanya yaitu “bangkok” ini adalah ayam yang berasal dari negara Thailand yang tentunya telah di cap dan di akui sebagai ayam yang sangat berkualitas di berbagai ayam petarung lainnya. Ayam ini memiliki sifat petarung yang sangat kental, serupa dengan seekor ayam liar ayang akan bertarung habis – habisan hingga mati demi mempertahankan sebuah wilayah kekuasaan mereka.
Menurut kajian dari sejarah, ayam bangkok ini memang berasal dari negara Thailand yang penduduknya telah berhasil menemukan sebuah yam petarung atau ayam jago yang mereka namai King’s Chicken. Ayam ini sebenarnya memiliki pukulan yang sangat mematikan dan juga gerakan cepat, dan mereka juga sangat cerdas walaupun dalam kondisi sedang bertarung. Sedangkan di dataran Cina, ayam ini lebih dikenal dengan sebutan Leung hang zhao. Karena daerah di Cina sangat populer dengan kegiatan adu ayam jago atau sabung ayam. Para penduduknya telah mencari kualitas ayam unggul untuk di kawin silangkan dengan jenis ayam bangkok.
Sedangkan penyebaran ayam bangkok di daerah Indonesia sendiri berasal dari kota Tuban, Jawa Timur. Walaupun sejarah penyebarannya tidak begitu jelas, namun hingga saat ini ayam bangkok telah dikenal secara luas di kalangan penduduk dan masyarakat Indonesia, khususnya para pecinta ayam tarungan. Di masyarakat lokal, ayam ini seringkali di kawinkan dengan ayam betina lokal. Sehingga walaupun tidak terlalu murni, tapi ayam bangkok yang banyak beredar di pasaran masih berbentuk dan memiliki ciri fisik seperti ayam bangkok asli.
Ayam bangkok sendiri dapat di bedakan dan di golongkan ke dalam 7 kelompok sesuai dengan warna dari bulunya yaitu:
  • Putih : yang memiliki warna dasar bulunya putih.
  • Wiring : yang memiliki ciri warna dasar hitam lengkap dengan ekor yang bewarna kuning kemarahan dan bulu rawis.
  • Wangkas : ini adalah jenis yang mirip dengan rawisnya atau kuning kemerahan.
  • Jali : Memiliki ciri dengan warna dasar buli blirik yang sebenarnya campuran dari berbagai warna seperti putih, hitam dan merah.
  • Klawu : jenis ini memiliki warna dasar bewarna abu – abu.
  • Blorok : Ini adalah jenis yang memiliki bulu dengan totol – totol dari berbagai kumpulan warna seperti putih, hutam dan merah.
  • Jragen : memiliki warna dasar hitam.
Ayam bangkok jarang di ternak atau di budidayakan di Indonesia. Walaupun sebenarnya jenis dari ayam ini sangat di minati dan populer di kalangan para pecinta ayam. Karena kebanyakan masyarakat berfikiran bahwa memelihara ayam jenis ini akan kurang menguntungkan, tidak seperti berternak ayam petelur maupun pedaging. Karena permintaan daging maupun telur ayam memang sangat tinggi di pasaran.
Sementara untuk jenis ayam bangkok, masih banyak yang tidak mengerti tentang keuntungan dalam pemeliharaan ayam jenis ini. Sebenarnya usaha budidaya ayam bangkok tidak boleh diremehkan, karena melakukan ternak ayam bangkok juga berpoyensi untuk meraup keuntungan yang melimpah. Ayam jenis ini tentunya lebih kekar dari pada jenis ayam lainnya.
Biasanya akan di jadikan koleksi atau sebagai jagoan di medan tarung bagi pemiliknya. Ayam bangkok yang bisa anda hasilkan sebenarnya akan memiliki nilai jual lebih apabila anda bisa menghasilkan kualitas terbaik. Oleh karena itu, anda harus benar – benar berusaha dan melakukan yang terbaik dalam budidaya ayam bangkok tersebut. Simak beberapa cara budidaya ayam bangkok sebagai berikut :
1. Pemilihan Indukan
Agar mendapakan keberhasilan dalam proses pembudidayaan ayam bangkok ini, maka anda harus benar – benar memilih kualitas indukan yang sangat berkualitas. Biasanya beberapa penjual ayam bangkok yang laris di pasaran akan menyediakan ayam bangkok dengan kualitas yang bagus juga.
Pilihlah indukan yang tentunya aktif, lincah dan sehat. Tidak cacat maupun sakit. Karena kualitas bibit akan di pengaruhi langsung oleh kualitas indukan dan faktor luar lainnya. Pilih lah indukan yang berkualitas terbaik atau sepasang ayam bangkok juara.
2. Pemilihan Kandang
Secara umum ada 3 jenis atau tipe yang sering dipakai para peternak ayam bangkok untuk melakukan budidaya.Ada cara budidaya ayam bangkok yang harus anda perhatikan sebelum memiliki dan menempatkan posisi kandang ayam bangkok ini, berikut beberapa faktor – faktor penting tersebut :
  • Lokasi ternak atau kandang ayam bangkok ini, sekurang-kurangnya harus berjarak minimal 5 meter dari kandang ayam lainnya jika anda berkemungkinan memelihara ayam jenis lainnya, terutama jika anda merawat ayam potong dan tidak dekat dari rumah.
  • Usahakan agar kontur tanah datar dan juga memiliki beberapa pohon pelindung yang dapat mengatur sirkulasi udara dan masuknya intensitas sinar matahari ke dalam kandang ayam bangkok anda.
  • Memiliki sebuah saluran air yang lancar tanpa sumbatan apapun sehingga saat hujan air pastinya tidak menggenangi lingkungan sekitar kandang dan menjadi sarang nyamuk.
  • Utamakanlah lokasi yang banyak ditumbuhi oleh rumput. Karena pada dasarnya ayam menyukai rumput sebagai makanan pengganti serat mereka.
  • Arah kandang  setidaknya harus menghadap sinar matahari pagi dan juga sejalur dengan arah angin agar terhindar dari berbagai penularan penyakit dari luar kandang.
  • Sebaiknya lokasi harus dipagari secara permanen memakai semen dan juga batu bata. Jika anggaran anda tidak ada atau tidak mencukupi, pagar  biasa juga bisa di gunakan dari kawat dan bambu.
Seperti yang telah kita bahas diatas bahwa ada 3 jenis kandang yang biasa di pakai untuk budidaya ayam bangkok yaitu :
  •  Kandang Umbaran Satuan
Merupakan kandang multifungsi sebagai kandang kawin sekaligus juga berfungsi sebagai kandang anakan  yang berusia 1,5 hingga 3 bulan.
Kandang ini biasanya dibuat dari kayu dengan ukuran yang paling ideal  yaitu : leber 1 meter, tinggi 2,5 meter dan panjang 1,5 meter.
Alas dari kandang sebaiknya berupa alas tanah yang  telah dicampuri dengan pasir. Alas yang berbentuk demikian berguna untuk pembentukan optimal dari struktur  jari – jari maupun cakarnya. Selain itu  anda bisa menambahkan pula tenggeran yang di buat dari kayu untuk tempat bermain para ayam bangkok.
  •  Kandang Postal
Kandang ini  adalah kandang yang dikhususkan bagi para anak ayam yang baru saja menetas. Ukurannya akan lebih kecil jika dibandingkan dengan kandang umbaran, yakni memiliki tinggi 1 meter, panjang 1 meter dan lebar 0,8. Ukuran dari kandang postal yang  seperti itu pada umumnya dapat menampung 10 hingga 15 anakan ayam bangkok.
Dinding dari kandang ayam bangkok untuk kandang postal dapat dibuat dari kawat dan juga dibagian dalamnya harus ada alat pemanas yang  buasanya dibuat dari lampu bohlam. Alasnya sendiri umumnya diberi sekam padi agar  kelembaban terjaga dan akan diganti minimal sekali 3 hari.
  •  Kandang Tidur
Kandang tidur ayam bangkok ini dibuat khusus untuk tidur  para ayam di malam hari. Alas  dari kandang ini biasanya akan ditinggikan dengan  menyerupai bentuk panggung minimal berjarak 1,5 meter dari tanah untuk bisa menghindari suhu tanah yang tentunya akan menjadi dingin pada malam hari.
Ke tiga dari jenis kandang ayam tersebut tentunya  harus dilengkapi dengan wadah air dan wadah pakan. Selalu menjaga kebersihan dan kelembaban agar para ayam bangkok dapat bebas dari penyakit. Komponen penting lainnya seperti: sanitasi, pengaturan sirkulasi udara dan pemilihan bahan atap menjadi penting sebagai tahapan yang di gunakan agar kesehatan ayam bangkok terjaga dalam jangka panjang.
3. Pemberian Pakan dan Perawatan Bibit
Setelah para ayam bangkok betina bertelur,maka anda harus menyiapkan kandang ayam lain untuk menaruh telurnya dengan benar. Biarkan para indukan mengerami telurnya hingga menetas. Setelah telur – telur tersebut menetas, maka pisahkanlah bibit – bibit ayam bangkok tersebut dari indukannya. Rawatlah bibit – bibit ayam bangkok tersebut dengan baik agar  bisa menghasilkan ayam jago yang tentunya unggul dan jago bertarung. Hal selanjutnya yang harus diperhatikan dalam cara merawat anak ayam bangkok adalah masalah pakan.
Beberapa peternak beranggapan bahwa pada usia anak ayam 1 hingga 2 hari, anak ayam tersebut sebaiknya hanya cukup diberi air saja. Kebutuhan nutrisi  para anak ayam masih dapat terpenuhi oleh nutrisi dari kuning telur yang masih menempel pada bulu – bulu mereka. Namun lewat dari usia tersebut, pemberian pakan berupa pur dapat diberikan dalam jumlah secukupnya.
4. Pemberian Suplemen Tambahan
Anak ayam bangkok telah bisa diberi pakan dengan komposisi pakan yang berbeda berupa campuran dari pakan berupa susu bubuk untuk bayi dan pur dengan perbandingan 1 : 5 untuk anak ayam bangkok usia 1 hingga 4 bulan untuk pembentukan bulu, tulang, otot dan bagian tubuh  anak ayam lainnya.
5. Pencabutan Bulu Bibit Ayam Bangkok
Bulu yang tumbuh terlalu lebat akan menghabiskan porsi gisi dari asupan makan ayam bangkok. Jadi, sebaiknya peternak mencabut sebagian dari bulu ayam bangkok saat usia ayam mencapai 3 minggu. Hanya memotong bulu pada bagian ekor atau sayap. Lalu pada usia 2 bulan, cabutlah bulu bulu yang rontok di punggung dan bulu leher. Pencabutan bulu ini harus dilakukan untuk mengoptimalkan serapan dari makanan untuk perkembangannya.
6. Perawatan Intensif Bagi Anakan
Cara budidaya ayam bangkok dalam masa perawatan anak ayam bangkok dari awal hingga usia 6 bulan atau sampai memiliki bulu rawis dan leher barunya juga telah tumbuh sebaiknya harus dipelihara di dalam kandang saja. Hal ini biasa dilakukan agar menghindari akan hilangnya energi dari ayam karena mereka terlalu banyak bermain. Energi yang seharusnya bisa  di pakai untuk pertumbuhan bagi tubuhnya akan segera hilang jika ia sering bermain. Oleh karena itu, jika anda ingin membiarkan mereka bermain, maka berikanlah waktu hanya sekitar 30 menit setiap harinya.